Memahami Apa Itu TTL di DNS Record dan Berapa Nilai TTL Yang Baik

Memahami Apa Itu TTL di DNS Record dan Berapa Nilai TTL Yang Baik

20.04.2019

Salah satu pertanyaan paling umum kami dapatkan ketika membantu pelanggan adalah tentang TTL (Time to Live). Beberapa dari Anda sekarang mungkin bertanya-tanya apa sih TTL itu, mengapa itu penting dan mengapa TTL adalah salah satu bagian dari DNS yang paling tidak dipahami. Bahkan jika Anda sudah tahu apa itu TTL, mungkin saja Anda masih bertanya-tanya harus diisi dengan nilai berapa. Bila demikian, maka inilah panduan praktis Anda tentang segala sesuatu tentang TTL!

 

Pengertian Dasar TTL (Time to Live)

Time To Live atau disingkat menjadi TTL, adalah jenis tanggal kadaluarsa yang dimasukkan pada DNS. TTL berfungsi untuk memberi tahu resolver server berapa lama ia harus menyimpan catatan tersebut dalam cache-nya. Semakin lama TTL, semakin lama resolver menyimpan informasi itu dalam cache. Semakin pendek TTL, semakin pendek waktu resolver menyimpan informasi itu dalam cache.

Singkatnya, pengertian TTL adalah pengaturan untuk setiap catatan DNS yang menentukan berapa lama resolver seharusnya melakukan cache (atau ingat) kueri DNS sebelum kueri berakhir dan yang baru perlu dilakukan.

Sebagai contoh, sebuah domain contoh.com. Contoh.com memiliki A Record di zona DNS untuk mengarahkan kita ke server dimana web contoh.com berada. Dengan TTL 3600 detik (1 jam), maka berarti resolver server akan menyimpan informasi tentang A Record di domain contoh.com selama satu jam. Dan siapa pun yang menggunakan resolver yang sama akan mendapatkan jawaban yang sama, dan di sisi otoritatif, tidak akan ada permintaan ke server kecuali TTL habis.

Lalu apa manfaatnya? Manfaat caching adalah supaya lebih mempercepat pengalaman Internet Anda ketika mengunjungi situs yang sering Anda kunjungi (karena lebih sedikit waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pencarian DNS) dan juga membantu menurunkan beban server DNS di seluruh dunia.

Apa yang terjadi ketika DNS Record berubah? Jika DNS Record di-cache, maka pencarian baru tidak dilakukan sampai cache itu berakhir. Dengan demikian resolver yang memiliki record cache tidak akan memiliki cara untuk mengetahui tentang record yang diubah sampai cache-nya berakhir.

Ketika Anda mendengar seseorang menyebutkan bahwa mereka sedang menunggu DNS untuk menyebar (DNS Propagation / DNS Propagasi), maka mereka sedang menunggu catatan DNS yang di-cache untuk kadaluarsa di semua resolver server yang sebelumnya menggunakannya. Jika Anda memiliki TTL 1 hari pada DNS Record, maka berarti akan butuh satu hari penuh untuk setiap perubahan untuk menyebar di seluruh dunia.

 

Peranan Penting TTL? 

  1. Untuk mencapai keseimbangan terbaik antara memiliki TTL rendah (memungkinkan perubahan cepat bila diperlukan) dan TTL tinggi (memanfaatkan caching DNS) untuk DNS Record yang jarang diganti.
  2. Untuk penghematan, karena sebagian besar penyedia DNS juga membebankan biaya berdasarkan berapa banyak permintaan DNS yang Anda lakukan.

Sehingga sangat disarankan sebaiknya Anda menemukan keseimbangan yang baik pada TTL domain Anda, karena tentu Anda juga tidak ingin harus memodifikasi TTL di masa mendatang sesering mungkin. Hal ini karena perubahan TTL juga perlu disebarkan seperti halnya perubahan DNS lainnya. Dengan demikian, maka mengubah TTL dari 1 minggu menjadi 1 hari berarti butuh waktu seminggu penuh sebelum semua orang tahu itu memiliki TTL 1 hari.

Untuk DNS Record yang sangat kritis dan dapat sering berubah atau perlu berubah dalam keadaan darurat, Anda dapat mengatur TTL lebih rendah dari lainnya. Aturan praktis yang baik adalah tidak pernah memiliki TTL lebih tinggi dari 1 hari karena manfaat caching DNS benar-benar berkurang setelah titik itu dan hanya akan menimbukan masalah karena memperpanjang masa propagasi DNS.

 

Rekomendasi Nilai TTL Berdasar Jenis DNS Record

A atau AAAA Record – Disarankan nilai TTL 3600 detik atau 1 jam, akan tetapi jika perubahan sering atau perlu terjadi dengan cepat dalam keadaan darurat, Anda biasanya dapat mengaturnya lebih rendah lagi.

CNAME Record – Dalam banyak kasus, CNAME  Record tidak akan pernah dimodifikasi (mis. Menunjuk www.contoh.com ke contoh.com A record). Dalam skenario tersebut, maka disarankan nilai TTL 12 jam (43200 detik) hingga 1 hari (86400 detik) adalah nilai TTL yang baik karena manfaat dari caching lebih besar daripada kebutuhan untuk waktu propagasi yang lebih cepat. Jika catatan CNAME Anda berpotensi berubah (seperti jika Anda menggunakan CDN), kemungkinan Anda ingin memiliki nilai TTL yang lebih rendah.

MX Record – Saran nilai TTL yang baik adalah 1 jam (3600 detik) hingga 4 jam (14400 detik).

TXT Record – Paling umum digunakan untuk catatan SPF, DKIM, DMARC, dan Site Validation. Biasanya aman untuk diatur dalam rentang 1 jam (3600 detik) hingga 12 jam (43200 detik) karena jarang berubah.

Artikel ini hanyalah panduan pada umumnya, pada akhirnya adalah kembali lagi kepada kebutuhan Anda. Karenanya, aturlah TTL sesuai dengan apa yang paling nyaman bagi Anda. Hal ini semua tentang mencapai keseimbangan yang wajar antara waktu propagasi yang cepat dan memanfaatkan caching DNS.

 

No Comments
prev next
Leave a comment
WA Storania.com