Hari-Raya-Waisak-2019

Selamat Hari Raya Waisak 2563 BE 2019

18.05.2019

Segenap manajemen dan staf Storania.com – PT. Daya Cipta Dinamis mengucapkan Selamat Selamat Hari Raya Waisak 2563 BE 2019 bagi yang merayakannya.

Waisak, Hari Suci Agama Buddha untuk Memperingati 3 Peristiwa Penting. Agama Buddha adalah salah satu agama yang diakui di Indonesia. Para penganut agama Buddha mendasarkan kepercayaannya dari kitab suci Tripitaka. Naskah asli kitab ini ditulis dalam bahasa Sanskerta, yaitu salah satu bahasa Indo-Eropa yang usianya setara dengan bahasa Het. Meskipun termasuk bahasa klasik, bahasa Sanskerta merupakan bahasa resmi yang digunakan di India bersama 23 bahasa lainnya.

 

Latar Belakang Perayaan Waisak

Berbicara tentang agama Buddha tidak bisa dilepaskan dari Perayaan Waisak. Ada beberapa istilah yang berbeda untuk menyebut hari raya agama Buddha ini di berbagai negara. Di India disebut Visakah Puja atau Buddha Purnima, di Tibet disebut Saga Dawa, di Malaysia disebut Vesak, dan di Thailand disebut Visakha Bucha.

Waisak biasanya diperingati tiap Mei yaitu waktu terjadinya purnama sidhi atau terang bulan. Perayaan ini merupakan cara untuk menghormati 3 peristiwa penting dalam agama Buddha, yaitu:

  • Kelahiran Pangeran Siddharta pada 623 sebelum Masehi di Taman Lumbini. Pangeran Siddharta atau Siddharta Gautama adalah figur utama dalam agama Budha. Ia kemudian menjadi guru spiritual yang memulai ajarannya di wilayah timur laut India.
  • Perayaan Waisak juga dilaksanakan untuk memperingati momen ketika Pangeran Siddharta menjadi Buddha pada usia 35 tahun. Peristiwa ini diperkirakan berlangsung pada 588 sebelum Masehi di Buddha-Gaya. Secara harafiah, menjadi Buddha adalah mencapai penerangan agung atau sempurna.
  • Makna perayaan Waisak yang ketiga adalah untuk mengenang wafatnya Buddha Gautama (parinibbana) pada 543 Sebelum Masehi di Kusinara.

Tiga peristiwa penting ini dikenal dengan istilah Trisuci Waisak. Oleh Konferensi Persaudaraan Buddhis Sedunia atau World Fellowship of Buddhists (WFB), disepakati sebuah momen khusus untuk memperingatinya. Waktu yang dipilih adalah pada purnama pertama tiap Mei. Kesepakatan ini dilaksanakan pertama kali pada 1950 di Sri Lanka.

 

Perayaan Waisak di Indonesia

Pada masa lampau memang tidak bisa dipastikan ketepatan waktunya. Oleh karena itu, unsur kepercayaan serta hasil dari beberapa penelitian terkait menjadi panduan dasar untuk menentukan kapan hari besar tersebut akan dirayakan.
Khusus di Indonesia, perayaan Waisak berpatokan pada keputusan yang diambil oleh WFB. Lokasi perayaan berpusat di komplek Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Lebih lanjut, ada 3 upacara pokok dalam rangkaian perayaan Waisak secara nasional. Berikut penjelasan singkatnya:

1. Ritual Pindapata

Ini adalah rangkaian awal dari Perayaan Tri Suci Waisak. Biasanya, acara dimulai pada pagi hari dan diikuti oleh seluruh umat Buddha yang telah berkumpul. Ritual ini adalah sebuah tradisi yang bertujuan untuk memberikan sedekah kepada para bikkhu. Hal ini dilakukan karena para Bikkhu tidak bekerja dan memiliki mata pencaharian seperti orang lain pada umumnya. Hidup mereka dibaktikan seluruhnya untuk melayani umat.

Oleh karena itu, Pindapata menjadi momen yang penting supaya umat juga dapat berkontribusi dalam pelayanan para Bikkhu. Caranya adalah dengan bersedekah demi memenuhi kebutuhan pokok para Bikkhu.

2. Pengambilan Air Berkat

Prosesi selanjutnya adalah mengambil air berkah di Umbul Juprit yang terletak di Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung. Air tersebut diambil dari kolam yang berasal dari mata air jernih dan dimasukkan ke dalam kendi. Kemudian air tersebut didoakan dan kemudian dibawa kembali ke Candi Mendut.

3. Samadhi

Ini adalah detik-detik puncak bulan purnama. Perhitungan yang digunakan adalah perhitungan falak sehingga purnama bisa ditentukan pada siang hari.

Bukan hanya 3 prosesi tersebut, Perayaan Waisak juga dilengkapi dengan upacara tambahan seperti pradaksina, pawai, dan acara-acara kesenian.

Khusus di Indonesia, penetapan Hari Raya Waisak sebagai hari libur nasional adalah pada 1983 melalui Keppres No. 3 Tahun 1983. Penetapan ini bersamaan dengan penetapan hari libur nasional untuk merayakan Nyepi.

Nah, demikian beberapa hal menarik yang perlu Anda ketahui tentang hari raya Waisak. Semoga pengetahuan sederhana ini dapat bermanfaat dan selamat Hari Raya Waisak 2019 bagi Anda yang merayakan.

No Comments
prev next
Leave a comment
WA Storania.com