Selamat Hari Lahirnya Pancasila 2019

01.06.2019

Pancasila harus tetap di hati dan menjadi jati diri bangsa ini. Selamat Hari Lahir Pancasila 2019 untuk kita semua. Merdeka!

Di balik kesakralan peringatan hari lahir Pancasila, ada sejarah yang menjadi latar belakangnya.

Secara resmi, peringatan hari lahir Pancasila ditetapkan sebagai libur nasional sejak tahun 2016. Penetapan ini didasari oleh berbagai pertimbangan; dari mulai sejarah hingga tokoh pencetusnya.

 

Sejarah Lahirnya Pancasila

Pancasila adalah fondasi Indonesia; ideologi negara; lambang kedaulatan bangsa. Namun siapa sangka, peringatan hari lahir Pancasila sempat menghilang selama tiga dekade. Bagaimana faktanya? Simak ulasan berikut ini.

1. Pancasila adalah Hasil Perenungan Ir. Soekarno

Tanggal 14 Januari 1934, Bung Karno menjadi tahanan politik selama empat tahun. Beliau menjalani hukuman pengasingan di Ende, Flores. Saat itulah, Bung Karno menemukan pemikiran mengenai Lima Butir Mutiara.

Lima Butir Mutiara tersebut menjadi cikal bakal pemikiran tentang Pancasila yang dicetuskan Bung Karno. Dalam autobiografi, Beliau mengakui gagasan Pancasila tebersit saat merenung di bawah pohon sukun.

Meski begitu, Bung Karno sama sekali tidak pernah menyatakan diri sebagai penemu Pancasila. Beliau hanya menyebutkan bahwa Beliau menggalinya berdasarkan tradisi bangsa Indonesia di masa lalu.

2. Kelahiran Pancasila Berlatar Belakang Pidato Ir. Soekarno

Bung Karno mengemukakan pemikirannya tentang Pancasila saat berpidato di sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Pidatonya berlangsung pada tanggal 1 Juni 1945. Beliau menyebutkan lima dasar negara, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, kebangsaan Indonesia, internasionalisme dan perikemanusiaan, mufakat dan demokrasi, serta kesejahteraan sosial.

Setelah menyepakati usulan lima dasar negara tersebut, BPUPKI segera membentuk panitia kecil. Tugas panitia ini adalah merumuskan dan menyusun Undang –undang Dasar berdsarkan pidato Bung Karno.
Panitia yang dibentuk BPUPKI terdiri dari sembilan orang; salah satunya Ir. Soekarno. Selain itu, ada pula Mohammad Yamin, Mohammad Hatta, Wahid Hasyim, Sutardjo Kartohadikusumo, Otto Iskandar Dinata, Ki Bagoes Hadikoesoemo, dan AA Maramis.

3. Hari Lahir Pancasila Ditetapkan Sebagai Libur Nasional pada Tahun 1964

Pancasila sudah dikenal oleh bangsa Indonesia sejak pidato Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945. Namun, hari lahir Pancasila ditetapkan sebagai libur nasional selang 20 tahun kemudian.

Berdasarkan persetujuan presiden pada tanggal 1 Juni 1964, Menteri Koordinator Kesejahteraan dan Menteri Agama mengeluarkan ketetapannya. Pengumuman ketetapan tersebut dipampang di surat kabar nasional. Menariknya, bersamaan dengan pengumuman itu, terdapat karya Bung Karno yang berjudul Tjamkan Pantja Sila.

4. Pernah Dilarang pada Masa Orde Baru

Banyak hal yang berubah di Indonesia pascatragedi G30S-PKI. Salah satunya adalah peringatan hari lahir Pancasila. Ketika itu, pemerintahan jatuh ke tangan rezim Orde Baru. Secara tiba-tiba, Presiden Soeharto menghapuskan hari besar nasional tersebut pada tahun 1970.

Beberapa sumber menyebutkan, bahwa penghapusan hari lahir Pancasila sebagai upaya menyingkirkan Ir.Soekarno. Banyak yang ingin melenyapkan nama Soekarno dari ingatan bangsa ini.

5. Hari Kesaktian Pancasila Bukan Hari Kelahiran Pancasila

Sebelum tahun 2000, Anda mungkin sering mendengar istilah hari kesaktian Pancasila. Peringatannya diadakan setiap tanggal 1 Oktober. Namun, apakah hari besar tersebut sama dengan hari lahir Pancasila? Mari lihat berdasarkan sejarahnya.

Peringatan hari kesaktian Pancasila berlatar belakang pemberontakan G30S PKI. Pada tanggal 30 September, ada enam jenderal dan 1 kapten yang dibunuh secara keji oleh oknum. Mereka berupaya melakukan kudeta pemerintahan.

Berkat perjuangan militer Indonesia, pemberontakan G30S PKI berhasil dihentikan. Berdasarkan peristiwa tersebut, rezim Orde Baru di masa itu menetapkan 1 Oktober sebagai hari kesaktian Pancasila. Kesimpulannya, hari kesaktian Pancasila bukanlah hari lahirnya. Peringatan tersebut diadakan semata-mata untuk mengenang jasa otoritas militer yang berhasil mempertahankan Pancasila dan menumpas oknum PKI.

 

Tokoh di Balik Lahirnya Pancasila

Sejarah pertumpahan darah, kekelaman masa lalu, dan demonstrasi tanpa henti selalu mewarnai hari buruh. Inilah tujuh fakta unik di balik peringatan hari buruh yang harus Anda ketahui.

  • Ir. Soekarno
  • Mohammad Yamin
  • Dr. Soepomo. Beliau berasal dari keluarga priyayi yang lahir di Sukoharjo, Jawa tengah. Beliau mudah mendapatkan akses ke pendidikan tinggi, yaitu di Bataviasche Rechtsschool di Batavia pada tahun 1923.
    Sesuai keputusan BPUPKI, Dr. Soepomo dipilih menjadi salah satu anggota panitia sembilan bersama Ir. Soekarno dan Mohammad Yamin. Beliau berpidato di sidang BPUPKI pada tanggal 31 Mei 1945 untuk mengungkapkan gagasannya. Berikut ini gagasan lima asas Pancasila versi Dr. Soepomo.

    • Persatuan
    • Kekeluargaan
    • Keseimbangan lahir batin
    • Musyawarah
    • Keadilan rakyat

Demikian pembahasan seputar peringatan Hari Lahir Pancasila 2019, sejarah, fakta, serta tokoh yang memeloporinya.

No Comments
prev next
Leave a comment
WA Storania.com